Dengan menonton , Anda tidak hanya menonton film sadis, tetapi membaca sebuah esai politik dalam bentuk gambar bergerak.
The film was banned in Italy shortly after its release and remains restricted in many countries due to its graphic depictions of violence. Salo Or The 120 Days Of Sodom Sub Indo
Bagi yang belum tahu, bukanlah film horor komersial atau slasher biasa. Film ini mengambil latar Republik Sosial Italia (Republik Salò) pada tahun 1944, di puncak fasisme Italia. Ceritanya berpusat pada empat tokoh penguasa fasis—seorang Dukes, seorang Presiden, seorang Uskup, dan seorang Hakim—yang menculik 18 pria dan wanita muda. Mereka kemudian disiksa dan dilecehkan secara sistematis selama 120 hari di sebuah vila terpencil. Dengan menonton , Anda tidak hanya menonton film
Despite its graphic content, the film is not merely exploitation. Pasolini intended it as a : Film ini mengambil latar Republik Sosial Italia (Republik
Bagi para pencinta film seni dan mereka yang berani menjelajahi sisi tergelap dari sinema dunia, nama pasti sudah tidak asing. Dirilis pada tahun 1975, film arahan sutradara visioner asal Italia, Pier Paolo Pasolini, ini hingga hari ini masih dianggap sebagai salah satu film paling kontroversial dan paling mengganggu yang pernah dibuat. Mencari Salo Or The 120 Days of Sodom Sub Indo menjadi misi tersendiri bagi sinefil Indonesia yang ingin menyaksikan karya ekstrem ini dengan pemahaman bahasa yang utuh.
: Four wealthy libertines (a duke, a bishop, a magistrate, and a banker) abduct 18 young men and women. They take them to a remote villa near the Republic of Salò (a Nazi-puppet state in northern Italy). Over 120 days, the victims are subjected to systematic psychological, physical, and sexual abuse, including torture, rape, forced cannibalism, and murder. The film is structured into four “circles” (Ante-Inferno, Circle of Manias, Circle of Shit, and Circle of Blood), mirroring Dante’s Inferno .